Penanganan Covid-19 di Daerah Relatif Membaik

Beberapa minggu ini terjadi penurunan persentase pasien Corona di 10 provinsi, seperti Jatim dan Kalsel. Dari yang awalnya 71,6% menjadi 67%. Persentase mortalitas juga mengecil. Penurunan ini adalah kabar baik. Berarti penanganan pasien Corona dan pencegahan penularannya sudah berlangsung dengan tepat.

Kita sudah menjalani masa pandemi selama lebih dari 6 bulan. Masyarakat mulai terbiasa hidup dengan mematuhi protokol kesehatan dan menuruti anjuran pemerintah. Beberapa tempat yang ditutup dari orang luar mulai dibuka, walau dengan berbagai persyaratan. PSBB yang awalnya sangat ketat sudah mulai agak dilonggarkan, walau masyarakat masih tetap waspada.

Jumlah pasien sembuh juga naik. Dari data yang diberi oleh tim satgas Covid-19-19, ada 4.510 orang yang bebas Corona, tanggal 29 september. Total pasien yang sembuh jadi 214.974 orang. Sementara di 10 provinsi, ada penurunan persentase pasien. Awalnya 71,6% menjadi hanya 67%. Angka mortalitas juga menurun jadi hanya 3% dan rata-rata mereka punya penyakit bawaan.

Data penurunan persentase pasien Corona diambil dari Provinsi Banten, Bali, Papua, Sumatera Utara, Sulsel, Kalimantan Selatan, Jatim, Jateng, Jabar, dan DKI Jakarta. Penurunan jumlah pasien menjadi tanda bahwa penanganan Corona di 10 provinsi itu dan daerah lain, sudah dilakukan dengan sangat baik. Sehingga ada harapan bahwa pandemi akan berakhir.

Dokter Wiku, juru bicara tim satgas penanganan Covid-19 menyatakan bahwa 10 provinsi tersebut jadi prioritas dan penurunan jumlah pasien adalah berita baik. Jika tim satgas meningkatkan kesembuhan di provinsi-provinsi tersebut, maka akan berpengaruh ke angka kesembuhan pasien nasional.

Wiku melanjutkan, provinsi yang paling banyak penurunan kasusnya adalah Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Aceh. Dalam artian, kita harus merasa lega ada penurunan jumlah pasien di Jawa Timur. Karena sebelumnya Provinsi tersebut jadi wilayah zona merah. Bahkan Surabaya dulu termasuk wilayah zona hitam, saking banyaknya pasien Corona.

Kesembuhan pasien di daerah terjadi karena penanganan yang baik. Penanganan yang dilakukan pemerintah dan tim satgas adalah dengan menggratiskan biaya pasien Covid-19, via BPJS. Pemerintah tidak ingin masyarakat terbebani dengan biaya rawat inap dan obat-obatan yang mahal. Tes swab yang dilakukan ulang untuk memastikan kesembuhan pasien juga digratiskan.

Selain itu, pemerintah juga memberi bantuan berupa ventilator dan alat kesehatan lain. Tak hanya ke sekitar Jabodetabek tapi juga ke banyak Rumah Sakit lain di seluruh Indonesia. Jika peralatannya lengkap, maka pasien bisa mendapat perawatan maksimal dan tidak usah mencari rujukan ke RS lain, atau harus dilarikan ke kota lain.

Para tenaga medis juga mendapat intensif dari pemerintah, sebagai penghargaan atas kerja keras mereka dalam menangani pasien Corona. Mulai dari dokter, bidan, hingga perawat, memperoleh sejumlah uang di luar gaji. Mereka juga diprioritaskan mendapat suntikan vaksin Covid-19 untuk pertama kali. Sehingga bisa lebih kebal dan tak mudah tertular Corona.

Penanganan pasien Corona yang dilakukan pemerintah dan tim satgas tidak akan terjadi jika tak ada kerja sama dari berbagai elemen masyarakat. Mulai dari pejabat desa hingga rakyat, semua kompak dan tertib mengenakan masker ketika berada di luar rumah. mereka juga mematuhi aturan untuk jaga jarak dan tidak mengadakan acara keramaian, untuk sementara.

Di berbagai daerah di Indonesia, jumlah pasien Corona makin menurun. Hal ini jadi berita positif dan usaha pemerintah untuk menangani virus Covid-19 wajib kita apresiasi. Masyarakat juga jangan terlena ketika melihat data pasien Corona yang telah sembuh. Tetaplah taat pada protokol kesehatan, menjaga higienitas dan imunitas tubuh, agar tidak tertular.

Artikel : suaradewata

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *