Mengantisipasi Potensi Gelombang Kedua Covid-19 Pasca Idul Fitri

Pemerintah saat ini sedang mengantisipasi potensi gelombang kedua Covid-19 pasca Lebaran. Langkah tersebut diambil setelah mencermati banyaknya mobilitas masyarakat yang nekat pulang kampung di tengah larangan mudik. Gelombang kedua Covid-19 tidak saja mengancam penanganan pandemi Covid-19, namun juga dapat menciptakan krisis kesehatan yang lebih luas seperti di India.

Perayaan Hari raya Idul Fitri di tengah pandemi Covid 19 harus dilaksanakan dengan Prokes yang ketat agar tidak menimbulkan dampak buruk. Hal tersebut dilakukan tanpa mengurangi esensi Idul Fitri dan juga sejalan dengan pedoman beragama serta kebijakan Pemerintah yang saat ini fokus mengantisipasi gelombang Covid-19 setelah Lebaran

Tradisi silaturahmi pada Idul Fitri dapat dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Ancaman penularan virus Covid 19 masih terus menghantui apabila silaturahmi tetap dilakukan dengan cara konvensional.

Idul Fitri menjadi telah menjadi momen perayaan terbesar di Indonesia. Berbagai prosesi ibadah dan pertemuan dengan intensitas yang tinggi ini menimbulkan kekhawatiran akan peningkatan kasus Covid-19, karena itu pemerintah melarang mudik dengan melakukan penyekatan di berbagai tempat yang biasanya menjadi jalur transportasi pemudik. Kekhawatiran ini beralasan setelah melihat perayaan agama di India yang kemudian menimbulkan tsunami Covid-19 yang membuat pemerintah India sampai kewalahan mengatasinya.

Ketua PBNU bidang Pendidikan sekaligus Ketua Program Doktor Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, Hanief Saha Ghafur, memberikan refleksinya terhadap Lebaran di tengah pandemi. Menurut dia, pandemi Covid-19 bisa jadi merupakan cara untuk mengingatkan umat Islam agar memperkuat spiritualitas ruh atau penghayatan pribadi. “Itu bukan di ranah publik, tapi ranah privat yang sifatnya memperdalam spiritualitas,” kata Hanief

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *