Manfaatkan MayDay Bersama Keluarga Bukan Berpolitik

Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Haiyani Rumondang mengatakan pemerintah sudah menetapkan May Day sebagai hari libur nasional. Karenanya, hari itu bisa dimanfaatkan oleh para buruh dan masyarakat untuk berkumpul dan bersenang-senang dengan keluarga, teman, sahabat dan lain sebagainya .

May Day is A Holiday adalah harapan bukan saja bagi buruh yang melulu di definisikan pekerja-pekerja pabrik, tapi juga pekerja kerah putih. Sejatinya, pekerja kerah putih juga lekas menyadari bahwa posisinya sebagai ‘orang kantoran’ juga tak ubahnya sebagai buruh.

Serta kembali mengingatkan kita, bahwa sekuat apapun perjuangan yang kita tempuh, bangunan keluarga adalah yang fundamen dalam struktur sosial yang paling elementer. Maka berliburlah bersama keluarga para anggota serikat, bersama keluarga pimpinan serikat, sehingga mempererat internal organisasi.

Selamat Hari Buruh Internasional, merayakan bersama kegembiraan tanpa memberhentikan nalar kritis, tanpa terbuai dengan politik serikat yang sering menyuarakan isu-isu yang jauh hubunganya dengan kepentingan pekerja. Masa depan kelas pekerja, bukan saja bergantung pada isu upah.

Seharusnya keseriusan itu justru menuntut isu perbaikan penjamin jaringan sosial, dan kebutuhah pendidikan serta kesehatan untuk anak-anak pekerja. Karena kehidupan terus berjalan, jika seorang pekerja 20 tahun sudah bekerja menjadi buruh pabrik, perjuangan sebenarnya adalah bukan semata-mata soal upah.

Perjuangan riil itu ada pada peningkatan status anak-anak mereka, agar kelak kemartabatan keluarga perlahan terbangun. Di sana, satu hal yang Gramsci perjuangakan menjadi penting, “Pengetahuan”.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *