Kemperin dan Pemda Bersinergi Pulihkan Aktivitas Industri di Masa Pandemi

Kementerian Perindustrian (Kemperin) aktif melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk bersama-sama memantau aktivitas sektor industri di tengah kondisi pandemi Covid-19. Hal ini, selain guna menjaga roda ekonomi tetap berjalan, juga memastikan perusahaan patuh terhadap protokol kesehatan.
“Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19, termasuk yang berada di lingkungan perusahaan industri atau kawasan industri,” kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasiona (KPAII) Kemerin, Dody Widodo di Jakarta, Minggu (8/6/2020).
Dody menegaskan, sektor industri manufaktur siap memasuki era new normal untuk kembali memulihkan perekonomian nasional. “Apalagi kita ketahui, industri manufaktur merupakan sektor yang menjadi salah satu penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Kemperin mencatat, sektor industri masih menjadi penyumbang paling besar terhadap struktur produk domestik bruto (PDB) nasional hingga 19,98% pada triwulan I tahun 2020. “Aktivitas industri memberikan multiplier effect yang luas bagi perekonomian, antara lain melalui peningkatan pada nilai tambah bahan baku, penerimaan devisa dari ekspor, dan penyerapan tenaga kerja,” tutur Dody.
Oleh karena itu, guna mencegah penyebaran virus corona, perusahaan industri yang mendapat izin beroperasi diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan bagi seluruh karyawannya yang bekerja, seperti menjaga jarak, menggunakan masker, serta berperilaku hidup bersih dan sehat.
Hal ini sesuai dengan aturan yang tertuang pada Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Operasional Pabrik dalam Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-2019.
“Pada masa pandemi Covid-19, perusahaan industri atau kawasan industri yang beroperasi wajib memiliki Izin Operasional Dan Mobilitas Kegiatan Industri (Iomki), yang prosedurnya diatur dalam Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 7 Tahun 2020,” paparnya.
Menurut Dody, Kemperin terus melakukan langkah sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait agar sektor industri dapat berjalan sesuai dengan penerapan protokol kesehatan.
Kolaborasi itu misalnya melibatkan dengan dinas-dinas di daerah. “Beberapa peran pemda, antara lain membuat gugus tugas tentang pengawasan Iomi bagi kegiatan operasional kawasan industri maupun tenant,” tuturnya.
Untuk itu, setiap pemegang Iomki harus memiliki prosedur pencegahan Covid-19 dan melaporkan pelaksanaannya setiap akhir minggu melalui Sistem Informasi dan Industri Nasional (SIINas).
Untuk mendukung pelaksanaannya, juga dilakukan pembentukan tim pemantau implementasi Iomki. Hal ini tertuang pada Kepmenperin Nomor 649/2020. Tugas tim pemantau tersebut, antara lain berkoordinasi dengan pemerintah daerah, memverifikasi data dan informasi Iomki serta laporan pelaksanaannya.
Berikutnya, melakukan pengawasan atas implementasi Iomki secara langsung di lapangan atau secara elektronik, merekomendasikan pencabutan Iomki kepada Menteri Perindustrian, dan mengevaluasi hasil pengawasan implementasi Iomki.
“Pemda akan mendukung upaya pemulihan aktivitas industri di masa pandemi Covid-19 saat ini, dan Kemenperin akan terus melakukan koordinasi terkait upaya tersebut termasuk menyosialisasikan protokol kesehatan dalam masa pemulihan aktivitas industri,” pungkas Dody.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *