5 Strategi Pemerintah Kelola Penanganan COVID-19

Melihat kasus positif corona atau Covid-19 bertambah, Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan corona Achmad Yurianto mengatakan ada lima strategi yang dilakukan pemerintah.

“Pertama, contact tracing (penelusuran kontak) menjadi sangat penting yang harus dilakukan. Karena kebanyakan penularan yang terjadi akibat menular dalam jarak dekat atau melakukan kontak dekat,” kata Achmad Yurianto di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/33/2020).

Kedua, melakukan pengawasan di seluruh pintu masuk ke Indonesia, terutama di bandara udara, pelabuhan maupun pintu masuk jalur darat. Saat ini, sudah ada 10 provinsi yang diminta siap siaga corona. Karena provinsi-provinsi ini menjadi pintu masuknya destinasi wisata di Indonesia, yakni Provinsi Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.

Ketiga, memastikan setiap warga negara asing (WNA) maupun warga negara Indonesia (WNI) yang berasal dari negara yang terinfeksi corona harus membawa surat keterangan sehat dari corona yang dikeluarkan pemerintah setempat.

“Yang menjadi penting adalah health alert card. Karena banyak sekali yang masuk dalam gejala yang minimal atau symptom yang minimal. Meski pada satu sisi yang tidak terlalu mengkhawatirkan adalah secara umum kondisi fisik dari kasus-kasus terkonfirmasi positif adalah dalam keadaan sakit ringan sedang,” jelas Achmad Yurianto.

Keempat, pemerintah Indonesia telah menerapkan larangan masuk sementara dari dan ke tiga negara, selain Tiongkok, yakni Korea Selatan, Italia dan Iran. Kebijakan ini berlaku baik bagi WNA maupun WNI yang ingin masuk dari dan ke tiga negara tersebut.

“Kalau larangan ke tiga negara sudah diberlakukan. Karena kalau dai bisa pergi ke sana, enggak bisa balik (ke Indonesia) untuk sementara,” tukasnya.

Strategi kelima untuk mencegah masyarakat panik karena adanya penambahan kasus positif corona, khususnya ada transimi lokal, Achmad Yurianto mengatakan pemerintah mengeluarkan imbauah kepada masyarakat untuk melakukan perilaku pola hidup bersih dan sehat

“Kita mengimbau kepada semuanya, baik dia ODP (orang dengan pemantauan), maupun yang bukan ODP. Kalau sakit batuk, pilek dan sebagainya pakai lah masker. Itu kuncinya. Agar tidak tersebar. Edukasi kembali pada pola hidup bersih dan sehat. Ini saya minta menjadi sesuatu yang harus kita kedepankan dalam kaitan pengelolaan pencegahan penyakit Covid-19 ini,” paparnya.

Kasus positif virus corona bertambah delapan orang pada Selasa (10/3/2020) kemarin. Sehingga total jumlah kasus positif virus corona di Indonesia menjadi 27 orang.

Sumber : BeritaSatu

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *