5 Strategi Atasi Masalah Infrastruktur Sumber Daya Air

Upaya Menteri PUPR Atasi Masalah Infrastruktur SDA

enteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) M. Basuki Hadimuljono menyiapkan strategi untuk mengatasi masalah ketersediaan infrastruktur sumber daya air (SDA). Ada lima strategi pokok yang akan siapkan. Pertama, penyusunan program-program kegiatan yang tersistem (sistemik) dengan baik dan fokus.

“Tersistem yang dimaksud tidak hanya terkait siklus pembangunan, mulai dari Survey, Investigation, Design, Land Acquisition, Construction, Operation, and Maintenance (SIDLACOM ), tapi juga memastikan semua infrastruktur yang dibangun bisa berfungsi dengan baik dan memberikan outcome yang dirancang,” kata Basuki di Bandung, Kamis, 16 Januari 2020.

Lima strategi ini merupakan praktik yang biasa diterapkan Kementerian PUPR.

Strategi kedua menurutnya adalah pengambilan keputusan yang cepat dan berani mengambil risiko. Ketiga, pelaksanaan yang didukung oleh team work yang solid dan irama kerja rock and roll. Kemudian, strategi keempat yaitu pengawasan yang detail dan konsisten. Sementara strategi kelima adalah memastikan dan menjamin infrastruktur yang dibangun di Indonesia, didesain, dibangun, dioperasikan, dan dipelihara sesuai standar-standar yang berlaku.

“Lima strategi pokok yang telah diuraikan di atas merupakan praktik lapangan yang sejauh ini telah diterapkan Kementerian PUPR dan masih terus perlu kita kembangkan,” kata Basuki.

Basuki menambahkan, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya air terbesar kelima di dunia. Mulai dari kondisi daerah aliran sungai (DAS), serta pemodelan rainfall-runoff ketersediaan air permukaan rata-rata 2,78 triliun meter kubik per tahun.

Sungai Citarum
Foto udara limbah pabrik yang dibuang di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Rancamanyar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (3/2/2019). Satgas Citarum Harum berhasil mengungkap 58 kasus pelanggaran pembuangan limbah oleh pabrik ke DAS Citarum selama 2018, dan 19 kasus diantaranya sudah diteruskan ke pengadilan. (Foto: Antara/Raisan Al Farisi)

Belum lagi potensi air tanah pada cekungan air tanah (CAT) di Indonesia yang cukup besar. Jumlah CAT terdata sebanyak 421 buah dengan potensi lebih dari 500 miliar meter kubik per tahun dengan luas total 907 ribu kilometer atau 47,2 persen dari luar daratan.

Ketersediaan sumber daya air tidak serta merta membuat ketersediaan air merata.
Namun menuru Basuki, dengan kekayaan sumber daya air tersebut tidak serta merta membuat ketersedian air per kapita antar pulau di Indonesia bisa merata. Justru meskipun memiki kekayaan SDA, Indonesia memiliki tantangan besar dalam pengelolaan sumber daya air. “Sebab secara geografis ketersedian air antar pula di Indonesia sangat bervariasi,” jelasnya.

Fakta di lapangan jelas Basuki, lebih dari setengah total penduduk Indonesia yang tinggal di Pulau Jawa hanya mendapatkan sedikit air atau sekitar 1.700 meter kubik per tahun per kapita atau sekitar 10 per tahun terhadap rata-rata ketersediaan air per kapita di Indonesia. Melihat angka-angka ketersediaan air tersebut, maka pemerataan pembangunan di luar Jawa yang dapat memicu dan memperbaiki distribusi penyebaran penduduk Indonesia sangat mendesak untuk terus dilakukan.

“Tantangan lain, memastikan integrated water resources management (IWRM), smart water management (SWM), dan target-target yang telah ditetapkan dapat dicapai sesuai dengan waktu dan sumber daya yang tersedia,” ucap Basuki.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *