10 Laboratorium Disiagakan Untuk Pemeriksaan Virus Corona



Sejak ditemukan dua kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia, pemerintah memperkuat sistem pendeteksian kasus dengan menambah 10 laboratorium di berbagai daerah. Sebanyak 10 laboratorium disiagakan untuk melakukan pemeriksaan kasus suspesct atau pasien dalam pengawasan.

Juru bicara pemerintah Indonesia untuk Covid-19 yang juga Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemkes), Achmad Yurianto mengatakan, dengan ditemukannya kasus positif pemerintah tidak hanya fokus pada pelacakan terhadap orang-orang yang punya riwayat kontak.

Pemerintah juga melakukan respons lebih cepat terhadap kasus yang dicurigai atau suspect Covid-19 dengan menyiagakan laboratorium selain Badan Litbangkes Kemkes yang berlokasi di Salemba, Jakarta. 10 laboratorium ini disiapkan dengan kemampuan melakukan pemeriksaan spesimen dengan metode polymerase chain reaction (PCR) untuk mendeteksi positif atau negatif Covid-19.

“Untuk respons cepat, sudah ada kebijakan mulai hari ini yang siapkan Menkes bahwa pemeriksaan spesimen dengan PCR saja, dan itu kita sebarkan BPTKL dan balai yang ada,” kata Yurianto di Kantor Kemkes, Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Sebanyak 10 laboratorium tersebut, antara lain Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Banjarbaru (Kalimantan Selatan) serta Badan Penelitian Kesehatan Lingkungan (BTKL) di Batam, Manado, Medan, Palembang, Makassar, dan Ambon. Laboratorium ini dilengkapi dengan tenaga terlatih untuk bisa melakukan pemeriksaan, namun tetap disupervisi oleh Badan Litbangkes Kemkes. Di setiap laboratorium akan ditempatkan satu orang supervisor dari Badan Litbangkes.

Dengan demikian, ketika ada kasus pasien dalam pengawasan di daerah, spesimennya tidak perlu dikirim ke Badan Litbangkes, tetapi bisa dilakukan di 10 laboratorium ini. Dengan metode PCR, proses pemeriksaan hanya hitungan beberapa jam, tidak perlu berhari-hari.

Dia mengatakan, 10 laboratorium ini juga sudah mewakili setiap regional, seperti wilayah timur ada di Makassar atau Surabaya. Pengiriman spesimen juga diharapkan tidak menemui kendala. Sudah ada koordinasi dengan maskapai melalui Kementerian Perhubungan agar pengiriman sampel dilakukan secepatnya.

“Jadi kalau spesimennya di Ambon tidak usah kirim ke Jakarta. Spesimen dari Manado pun demikian. Tujuannya satu, supaya respons lebih cepat. Untuk update laporannya nanti semua lewat sistem,” kata Yurianto.

Yurianto menjelaskan, untuk pemeriksaan spesimen kapasitas laboratorium di Indonesia khususnya Badan Litbangkes sudah siap bahkan sejak awal virus ini merebak di Wuhan, Tiongkok.



Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *